Ramadhan Berbagi untuk Jiwa yang Berbahagia

Ramadhan Berbagi untuk Jiwa yang Berbahagia

Ran. A. Puspi.3 min read
0 komentar

Ramadhan merupakan saat yang tepat untuk melatih jiwa yang bakhil dengan berbagi. Ramadhan juga saat yang tepat untuk menumbuhkan empati.

Tidak terasa waktu cepat berlalu. Allah izinkan, kita kembali dipertemukan Ramadhan tahun ini. Kebahagiaan ini dirasakan oleh setiap muslim yang beriman. Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.” (HR. Ahmad dalam Al-Musnad (2/385))

Dikutip dari Muslim.or.id, ulama menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan kita harus berbahagia menyambutnya! Selain itu, karena tidak semua dapat merasakan kelezatan Ramadhan di setiap tahun, ada yang harus terhenti karena sesuatu hal semisal takdir usia.

Selain bulan untuk memanen pahala, Ramadhan adalah bulan berbagi. Pemandangan indah seperti berbagi sedekah infak terlihat lebih menonjol pada bulan ini, pun banyak orang berbagi takjil untuk berbuka puasa. Secara sosial ibadah puasa menumbuhkan empati dan kepedulian kepada sesama, terutama berbagi dengan orang yang kurang beruntung.

Dirangkum dari artikel Majalah.hsi.id, kita dapat mengambil teladan dari Rasulullah dan istrinya Ummul Masakin; Zainab binti Khuzaimah. Beliau adalah wanita mulia yang terkenal dengan rasa empati besar dan senang berderma kepada sesama terutama kaum fakir miskin. Hati beliau gundah gulan, ketika melihat orang-orang yang membutuhkan tidak bisa dibantu oleh beliau. Rasa bahagia itu hanya dapat dipahami hanya bagi orang terbiasa berbagi. Rasulullah pun, merupakan manusia yang paling dermawan dan menjadi semakin dermawan ketika Ramadhan tiba. Kedermawanan beliau melebihi cepatnya embusan angin.

Di dalam banyak penelitian yang diambil dari artikel Unesa.ac.id, berbagi selama Ramadhan meningkatkan produksi hormon penghasil kebahagiaan, yaitu oksitosin dan serotonin dan juga menciptakan rasa kebermaknaaan hidup. Saat kita berbagi dengan orang lain, kita merasa lebih berarti dan memiliki peran dalam masyarakat sehingga dapat mengurangi perasaan kesepian karena perasaan terhubung dan berdaya bermanfaat secara sosial. Sementara itu penelitian Jandali et.al. (2024) menyatakan bahwa puasa Ramadhan mampu meningkatkan kebahagiaan, kepuasan hidup, serta menurunkan tingkat stres, kecemasan, dan depresi.

Dalam psikologi positif hal tersebut dikaitkan dengan suatu sikap yaitu Altruisme. Altruisme merupakan sikap atau naluri untuk memperhatikan dan mengutamakan kepentingan dan kebaikan orang lain. Biasanya altruis melakukan segala sesuatu dengan ikhlas dan tanpa pamrih. Altruisme juga dikaitkan dengan kesehatan mental dan fisik yang lebih baik. Namun, perlu diperhatikan dalam hal tolong menolong, seseorang harus diimbangi dengan kesanggupan dari diri sendiri. Altruisme adalah tindakan yang baik jika dilakukan sesuai dengan porsinya. Sebaiknya, jangan memaksakan kehendak ketika tidak mampu.

Allah SWT berfirman dalam QS Al Baqarah ayat 261: “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir , biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.”

Dengan menggunakan perumpamaan biji yang menumbuhkan banyak tangkai, Allah menggambarkan betapa besar pahala yang akan diterima oleh orang-orang yang bersedekah dengan ikhlas. Sungguh perniagaan dengan Allah SWT tidak akan merugi.

Perasaan yang positif dan berbahagia merupakan suatu rasa kepuasan hidup yang diperoleh seseorang dari kehidupan sehari-hari. Telah terbukti bahwa dengan melakukan kebaikan, mengekspresikan rasa syukur, dan memiliki sikap positif merupakan perilaku kunci yang berkontribusi pada kesejahteraan mental. Selain itu jaminan pahala dan balasan dari Allah SWT yang gemar berbagi sungguh sangat besar. Ternyata, kepuasan dan kebahagiaan hidup tidak akan diperoleh dengan cara menumpuk materi duniawi belaka.

Berbagilah dengan mindful maka ketenangan jiwa akan didapatkan. Semoga momentum Ramadhan ini dapat melatih jiwa yang bakhil ini, sehingga saat hari kemenangan nanti Allah memberikan rahmat-Nya kepada kita semua dimudahkan beramal shalih, salah satunya dengan berbagi, berbagi dengan bahagia.

Referensi:

0 komentar

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!